Ads 468x60px

Pages

Subscribe:

Labels

Jumat, 26 Desember 2014

Realisasi Penerimaan Bea Cukai 2014 Diprediksi Hanya 92,8%

JAKARTA - Pemerintah memperkirakan realisasi penerimaan negara dari bea dan cukai sampai akhir tahun 2014 sebesar Rp 161,3 triliun atau 92,8% dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 sebesar Rp 173,7 triliun. Susiwijono Moegiarso, Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, mengatakan tidak tercapainya target tersebut karena beberapa faktor seperti penurunan nilai impor dan hilirisasi.

Selain itu, kondisi ekonomi global juga berpengaruh terhadap penerimaan bea dan cukai tahun ini. “ Negara tujuan ekspor seperti Tiongkok sedang mengalami perlambatan pertumbuhan sehingga berpengaruh dengan penerimaan ekspor," ujarnya.

Susiwijono menjelaskan perkiraan penerimaan hingga akhir tahun tersebut berasal dari bea keluar sebesar Rp 11,2 triliun atau 54,4 % dari target APBN-P 2014 sebesar Rp 20,6 triliun, cukai Rp 118,1 triliun atau 100,6% dari target sebesar Rp 117,5 triliun, dan bea masuk Rp 32 triliun atau 89,7% dari target Rp 35,7 triliun.

Menurut dia, realisasi penerimaan bea dan cukai hingga 15 Desember 2014 sebesar Rp 147,7 triliun, masih kurang Rp 13,1 triliun untuk mencapai prediksi penerimaan akhir tahun.

Sementara untuk realisasi bea masuk Rp 30,32 triliun, kurang  Rp 1,38 triliun dari target. Sedangkan  untuk bea keluar realisanya per 15 Desember sebesar Rp 10,98 triliun kurang Rp 0,19 triliun dari prediksi akhir tahun.

Sementara penerimaan cukai, Susiwijono mengakui ada penurunan volume produksi tembakau sehingga perolehannya masih kalah dibanding tahun kemarin. Realisasi per 15 Desember penerimaan cukai hanya sebesar Rp 106,63 triliun.

Telisa Aulia Felianty, Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI), mengatakan sangat wajar realisasi penerimaan bea cukai hanya mencapai 92,8%. Menurut dia, tidak tercapainya target tersebut tidak bisa dilepaskan dari perlambatan pertumbuhan ekonomi. “Pertumbuhan ekonomi yang terkoreksi memiliki andil dari tidak tercapinya target,” ungkapnya.

Menurut Telisa penerimaan bea cukai sebenarnya dapat ditingkatkan lagi, karena hingga kini masih banyak penyelundupan ekspor impor di pelabuhan-pelabuhan tikus yang menurunkan pendapatan negara.

Selain itu, pemerintah juga bisa melakukan upaya ekstensifikasi untuk menambah penerimaan. Sampai saat ini penambahan obyek ekstensifikasi masih sebatas wacana. Ekstensifikasi pengenaan cukai terhadap minuman bersoda dan berlian belum terealisasi.

Target 2015
Susiwijono mengaku optimistis dapat mencapai target penerimaan bea dan cukai dalam APBN 2015 sebesar Rp 178 triliun. Pencapaian target tersebut dapat terealisasi dengan menaikkan tarif cukai karena cukai memiliki potensi besar. “Karena bea masuk dan bea keluar banyak eksternal faktor yang dapat mempengaruhi seperti tiba-tiba ada hilirisasi,” ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar