Ads 468x60px

Pages

Subscribe:

Labels

Kamis, 30 Desember 2021

Gibran vs Gojek

Beberapa hari ini ada berita yang cukup menarik perhatian saya. Gibran, Walikota Solo yang juga putera Presiden Jokowi ini menegur Gojek perihal biaya pengiriman kepada para mitranya.


Isu ini sebenarnya sudah lama saya dengar dari para driver gojek yang saya temui. Cuma saya kaget Gibran bisa mengangkat isu ini ke permukaan. Bahkan Gibran sendiri tidak segan segan bakal bikin aplikasi tandingan kalau Gojek enggan menuruti tegurannya.

Bagi saya ini pertanda bagus. Saya melihat Gibran ini punya sense yang cukup kuat dengan kondisi yang dihadapi oleh masyarakatnya di Solo. Mungkin saja, Gibran mendapat curhatan dari UMKM yang dia temui saat blusukan atau di sebuah acara tertentu. 

Yang jelas bagi saya, teguran Gibran ini bentuk kongkret bahwa pemimpin yang awalnya diremehkan mampu membuat terobosan dan coba mencari solusi bagi masalah yang dikeluhkan masyarakatnya. Dalam hal ini tentu saja para driver dan UMKM yang menjadi mitra Gojek.

Padahal masalah ini sudah lama ada. Tapi saya melihat baru Gibran yang punya kemauan untuk mengatasi masalah ini. Banyak kepala daerah di Indonesia, saya rasa kurang begitu peduli dengan masalah seperti ini. Padahal ini menyangkut kehidupan orang banyak. Di sinilah hebatnya Gibran. Terlepas dia memiliki privilage sebagai anak Presiden, tapi setidaknya dia berani untuk mencoba menyelesaikan masalah yang dialami oleh masyarakat pemilihnya.

Saya menduga jika Gibran konsisten dengan sikap semacam ini, dia akan bisa mengikuti jejak bapaknya di kemudian hari. Karena dia punya sense yang jauh lebih peka di banding para pejabat lain di Indonesia.