Ads 468x60px

Pages

Subscribe:

Labels

Tampilkan postingan dengan label KULIAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KULIAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juni 2013

Laporan Analisis Renstra


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah
Perencanaan pendidikan adalah suatu komponen yang penting bagi pengembangan mutu sekolah. Tanpa perencanaan yang matang keberhasilan untuk memajukan pendidikan hanyalah sebuah cita-cita belaka. yang lebih dalam sebuah perencanaan adalah yang menyangkut perencanaan strategis, ketika perencanaan strategis sudash ditetapkan maka pelaksanaanya akan memungkingkan perbaikan mutu sekolah.

Perencanaan strategis dapat dipahami sebagai upaya yang didisiplinkan untuk membuat keputusan dan tindakan penting yang membentuk dan memandu bagaimana menjadi organisasi, apa yang dikerjakan organisasi, dan mengapa melakukan apa yang dikerjakannya itu. Yang terbaik, perencanaan strategis mensyaratkan pengumpulan informasi secara luas, eksplorasi alternative, dan menekankan implikasi masa depan keputusan sekarang.

Perencanaan strategis dapat menfasilitasi komunikasi dan partisipasi, mengakomodasi kepentingan dan nilai yang berbeda, dan membantu pembuatan keputusan secara tertib maupun keberhasilan implementasi keputusan. Arti penting penting perencanaan strategis berasal dari kemampuannya membantu organisasi maupun komunitas public dan nirlaba secara efektif merespon lingkungan yang telah berubah secara dramatis dan kini di depanya.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, berbagai masalah yang timbul di sekolah  yang menyangkut perencanaan pendidikan yaitu berkaitan dengan proses implementasi perencanaan yang telah ditetapkan, baik itu jangka pendek, menengah atau jangka panjang. Masalah-masalah tersebut dapat di identifikasi sebagai berikut :
1)      Kurang efisien dan efektifnya implementasi dari program-program yang telah direncanakan
2)      Kurangnya pengawasan kepala sekolah terhadap aplikasi perencaan pendidikan
3)      Kurangnya analisis lingkungan ekternal dan internal terhadap sekolah

C. Perumusan dan Pembatasan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah tersebut di atas, maka dapat dirumuskan masalahnya bahwa perencanaan strategis yang dilakukan sekolah adalah merupakan sesuatu yang paling fundamental dalam memajukan sekolah, yang mana proses perencaan harus dilaksanakan dan di awasi agar tujuan pendidikan tercapai sesuai yang diharapkan.  

Sehubungan dengan luasnya permasalahan di atas, maka masalahnya dibatasi pada masalah-masalah yang berkaitan dengan perencanaan srategis , yaitu :
1)      Apa saja peran perencanaan strategis dalam mencapai keberhasilan tujuan pendidikan
2)      Apakah analisis lingkungan eksternal dan internal berjalan dengan baik?
3)      Bagaimana cara meningkatkan dan memperbaiki program-program yang telah direncanakan?
 D. Tujuan

Tujuan analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana perencanaan strategis berjalan di SDN Cempaka Putih I. Selain itu juga untuk melihat dan memberikan saran dari hasil temuan dalam perencanaan yang telah disusun agar dapat menemukan inovasi dan kreasi menuju program yang lebih baik yang dapat mencetak siswa unggulan.


    E. Manfaat

Adapun manfaat dari analisis ini adalah untuk menemukan sebuah inovasi baru sebagai bentuk keberhasilan dari perencanaan program pendidikan di SDN Cempaka Putih I.

Rabu, 31 Oktober 2012

ANALISIS KEBIJAKAN

 Seorang tamatan FITK, yang telah mengambil mata kuliah AKPK kembali ke desa nya memenuhi panggilan tugas. Desanya terletak di sebuah Kabupaten di pinggir pantai. Penduduk nya kebanyakan ‘miskin’ dan hidup sebagai nelayan yang sibuk ‘melaut’ dan ‘membudi-dayakan’ ikan tambak. Anak mereka sebagian terbesar ‘tidak dapat melanjutkan’ pendidikan ke perguruan tinggi. Setiap tahun sekitar 200 an  tamatan SMP-MTs ‘menganggur’ atau menjadi ‘buruh’ sebagai tenaga lepas. Bagusnya di desa tersebut terdapat beberapa orang kaya, yang ‘peduli pendidikan’, juga tersedia lahan-lahan kosong yang cukup luas.

KOMPARASI TEORI-TEORI MANAJEMEN PERUBAHAN

Teori Perubahan Korporat
Teori ini digagas oleh Kurt Lewin (1951) yang dikenal sebagai bapak manajemen perubahan, karena ia dianggap sebagai orang pertama dalam ilmu sosial yang secara khusus melakukan studi tentang perubahan secara ilmiah. Konsepnya dikenal dengan model force-field yang diklasifikasi sebagai model power-based karena menekankan kekuatan-kekuatan penekanan.